Tingkatkan Produksi Kopi Arabika, BRMP Aceh Perkuat Penyuluh dan Petani di Aceh Tengah
Aceh Tengah – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh terus memperkuat pendampingan kepada penyuluh dan petani dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas kopi arabika di Kabupaten Aceh Tengah.
Kegiatan pendampingan menjadi bagian penting dalam mendorong petani menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) secara lebih konsisten, mulai dari pemeliharaan tanaman, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, pemangkasan, hingga teknik panen yang tepat.
BRMP Aceh memberikan penguatan kapasitas kepada penyuluh agar mampu mendampingi petani secara lebih efektif di lapangan. Penyuluh diharapkan dapat menjadi penghubung antara inovasi teknologi pertanian dengan kebutuhan nyata petani kopi.
Selain peningkatan kemampuan penyuluh, pendampingan juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola kebun kopi secara berkelanjutan. Penerapan teknologi dan praktik budidaya yang tepat diharapkan dapat membantu mengatasi berbagai permasalahan yang selama ini memengaruhi produktivitas kebun.
Kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu sentra penting kopi arabika Gayo. Karena itu, penguatan pendampingan secara berkelanjutan menjadi langkah strategis untuk menjaga produktivitas, meningkatkan kualitas hasil, serta memperkuat kesejahteraan petani kopi.
BRMP Aceh berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, penyuluh, kelompok tani, dan berbagai pihak terkait agar pendampingan kopi arabika tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.
Kepala BRMP Aceh memaparkan materi tentang hama dan penyakit utama tanaman kopi arabika kepada penyuluh dan petani di Kabupaten Aceh Tengah sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga produktivitas serta kesehatan tanaman kopi. pengenalan berbagai hama dan penyakit penting pada kopi arabika, gejala serangan, faktor penyebab, serta langkah-langkah pengendalian yang tepat dan ramah lingkungan.
Penyuluh dan petani juga didorong untuk lebih aktif melakukan pengamatan rutin di kebun, sehingga serangan hama maupun penyakit dapat diketahui sejak dini dan segera ditindaklanjuti. pentingnya penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) melalui pemeliharaan kebun yang baik, sanitasi kebun, pemangkasan, pengaturan naungan, pemanenan buah secara selektif, serta penggunaan agens hayati dan pestisida secara bijaksana apabila diperlukan. Sementara bagi petani, pemahaman terhadap hama dan penyakit diharapkan dapat membantu mengurangi kehilangan hasil produksi